Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Oktober 2009

Berawal dari Air

Gadis Impian sedang terpejam disudut kasur empuk dikamar tidur kesayangannya.Hujan deras diluar membuatnya sangat tergoda untuk berbaring manja dibalik selimut hangat kesayangannya ketika rintik-rintik hujan mulai berubah menjadi deras.

Ia menunggu sapaan seperti biasanya.Sapaan manis yang dapat menggantikan selimutnya tadi.Tetapi butir-butir air hujan yang menghasilkan bau tanah itu seperti seakan ikut membuatnya tersapa oleh butiran yang menari-menari dipelupuk pipi bulatnya.

Bayangan masa lalu terekam begitu jelas menghantui perasaannya yang sangat ini jauh dari kehancuran namun lekat dengan kehampaan. Kesendirian yang dipilihnya bukanlah suatu jawaban untuk bisa membuat getaran perasaan abu-abu itu tertiup angin yang mulai kencang diluar sana.....

To Be Continue....

Sabtu, 08 Agustus 2009

Selingan berbisik

Melangkah ada sebuah cara untukku dapat bergulir merasakan waktu Bermain dengan ceritanya dunia yang sudah ada ketika jiwa-jiwa ini masih bersatu di kedamaian dan kesucian.
Setiap manusia akan selalu melangkah menuju pencapaian yang tidak dengan mudahnya menggunakan tangga untuk mengambil hiasan bintang-bintang nyala di langit-langit kamar.
Atas nama kebahagiaan aku selalu rela mata ini terbuka disaat fajar masih saja bersembunyi, membasuh wajahku dan secepatnya meminta bimbingan kepada pemilik Jiwa dan Hati ini yang mengenalkanku pada perjuangan.
Kepalaku belum dapat menyapa pagi dengan kerelaan, bibir tersembunyi mengeluh saat bunga tidurku belum sempurna membuatku menjadi siap siaga melewati hari.
Kenapa suara-suara itu terus aja datang menggelayuti disaat hati ini ingin bangkit dan dapat bergaul dengan kesuksesan.
Akal ini selalu saja beralasan menggundur waktu-waktu yang sesungguhnya telah tertata rapih untuk hari dan kehidupan selanjutnya.
Beralafaskan tak kokoh berdiri,tak mahir berbicara terus aja merindukan gelak tawa dan menghempaskan kejenuhan yang telah ada bersama teman-teman yang senasib
Saling berbagi,hingga akhirnya pencapaian yang tertunda bahkan gagal itupun menjadi suatu kewajaran dan menyebut perkumpulan kami itu hebat dengan apa adanya.
Meneriakkan dengan halus bahwa dunia ini memang tidak mudah, bahwa ketidaksanggupanpun harus ditelan tanpa bantuan segelas air untuk melancarkannya tanpa selaan.
Harapan…adalah kesempatan untukku melanjutkan hidup. Meninggalkan serpihan airmata takdir yang sejenak membuat pelayaran ini berwarna.
Terkadang akan terlihat buram saat harapan itu menanggalkan semua ketotalan membanting tulang tanpa perkara.Hingga hidup tidak berarti dengan kebahagiaan dan kedamain yang membuat tawa ini kan selalu terlihat begitu indah.
Itukah yang dinamakan perkara?hingga kita memiliki nama kesayangan yaitu “Masalah”. Yang dapat kita harapkan untuk maju kedepan bila kegagalan itu tiba-tiba menyapa kia tanpa diundang?!!

Kamis, 02 April 2009

Hurt says

Kalau memang wanita itu mengejarnya dengan harapan penuh

Pabila buih-buih itu bersemilir menyatakan kata

Rautan hatipun seakan tidak terbendung membahana disetiap mimpi

Ketika hari yang mustahil terulang dapat menjadi teman di hari ini

akankah ia memberikan kita senyuman manis dipagi hari?

Belaian lembut menyeka airmata

Pelukan hangat kedamaian ketika dinginnya sunyinya jiwa?

Apabila benar terjadi..tunjukan padaku

Tunjukan kebencian itu yang membuatku seakan menajdi pecundang

Ketika bidadari cantik yang mendamaikan’ lah yang ingin kucapai

Kalah semua rasaku

Asaku

Senyumanku!

 

_Hatiku meringis diterpang rasa_

Selasa, 31 Maret 2009

Circle in Life

Bahasa-bahasa syukuran tak kan pernah letih dan membuatnya menjadi tertidur

Beralaskan tabir sebuah pengertian dan makna kehidupan

Diiringi dengan bisikan-bisikan yang membuat atap-atap menjadi seakan berkabut

Hilang tanpa pulasan yang bergelora

Kelontang-kelonteng bunyi beradu dengan gemerisik hujan yang bersahaja ketika merindu cerah

Riak-riak air kehidupan bernyanyi mengelilingi kaki

Semua ini tertulis dialam buku harian sebanyak 10 lembar

Terbukti saja sudah terjadi berulang kali

Jumat, 13 Februari 2009

Hanya...

Pundi-pundi rasa sayang menari dalam gemuruh senja
Dalam labuhan permata bundar mereka bertahta
Merasakan adilnya nafas panjang yang berkarya
Balutan airmata seakan pudar diterjang masa
Itu semua hanya kata...

Rabu, 14 Januari 2009

Semoga Lamunan MENJADI KENYATAAN

ryhtryry

Melamun sendirian memang paling menyenangkan

Tidak perlu merasa terusik dan diganggu

Bisa fokus dengan apa yang sedang dipikirkan

Tetapi kalau nggak berhasil menemukan akhir bagaimana?

Dari hasil melamun itu sendiri.

Melamun beneran?atau menyendiri?apa emang nggak pingin

diganggu? bisa aja kan kalo ternyata muak dengan semuanya???

Lalu bagaimana solusinya?

Nikmatin ajalah semuanya.

Tetapi ada yang ingin dihampiri dan dilantunkan lagu indah seperti dulu

setangkai mawar berwarna peach juga sangat dirindukan

Diselipkan dipagar rumahku juga bisa kan?

Asal bilang pada hujan jangan berkunjung dulu pagi itu

Hingga bisa diambil oleh yang menerimanya

Siangpun bisa bertemu dan menikmati suasana mendung

ingat..suasana mendung..bukan hujan loh!

Karena bukan di bogor kita berada

Tetapi bertandang ke kota hujan juga boleh…kau kan yang janji

ingat lagi…Kau sudah berjanji dan bukan aku yang meminta

Jangan membuatku menangis lagi yah

Karena aku sudah tidak memiliki kamar untuk bisa bersembunyi dibalik bantalku untuk berteriak

Kutunggu kau menghubungiku

Karena aku sedang berharap saat ini

Aku tidak bisa seperti kemarin sakit sakit menyerangku

Dengan segenap kekuatan mencari telepon umum disetiap sudut

Kemudian diberikan hadiah kekesalan spesial

Telah membacanya?

Jangan lupa membalasnya atau bahkan datang

Selayaknya pengejaran gigihmu padaku

Hingga ucapan kata “I Love You,,,”




Selasa, 13 Januari 2009

Full of RAIN


Aku mencium aroma tanah yang melebur dengan embun kala pagi
Air-air bergelimpangan datang dari langit
Terkadang menyelimuti bumi dengan kedinginan yang menjamur
Aku mencintainya dengan mengingatkanku yang bergeming menatap

Alam seakan menyatukan yang merasakan hal yang sama sepertiku
Walau aku benci bila kuman berwarna kecoklatan menggelayutiku
Ketika jemari kaki mungilku yang kuning langsat tersembunyi
Bila pijakanku lagi-lagi penuh derai-derai butiran

Ketika tiba di pendompoku,akupun bergegas masuk
Bersembunyi dibali selimut wol tebal dan mencari kaus kaki penghangat
Dengan cepat kukenakan setelah segelas besar coklat panas sudah tersedia di meja bundarku
Siap untuk menumpahkan hati dan pikiranku dalam tulisan

Seseorang berkata mengingatku bila hujan turun
Dengan segala kenangan indah walau bermandikan hujan di jalan raya
Tertawa bersama sambil berlarian memutari taman yang luas
Tak peduli bagai film dari negara yang memiliki mata besar nan indah

Makhluk alam yang berwarna hijau segarpun semakin bercahaya
Sepertinya mereka merasa begitu hidup dengan memperlihatkan tariannya padaku
Melambaikan anak-anaknya yang bercengkrama hangat kepada hujan
Membuatku begitu merindu kala hujan menghilang


* Rainy Day...


Sabtu, 03 Januari 2009

Diriqu



Malam ini aku dapat tidur dengan lelap seperti kunang-kunang yang berjalan dengan damainya karena tak mau ada yang menganggu kala melihat pancarannya. Bangunpun dengan tersenyum merambah pagi dengan basuhan muka untuk segera bersujud padaNya.

Tetapi mengapa pilu-pilu ini seakan berubah menjadi dosa ketika malam selanjutnya telah ada. Aku melempar diriku pada lembah yang seharusnya dapat terjunjung ketinggianku. Kehebatanku sebagai seorang wanita yang akan selalu dicari masa karena begitu memukau.

Belantara yang ingin selalu kubuang ke dalam kubangan dengan bau menyengat yang membuatku mual karena terlalu buruk untuk dapat ada di antara lingkungan keseharianku berdalih.

Sabtu, 27 Desember 2008

Puncak Keindahan


Edelweiss, Edelweiss
Every morning you greet me
Small and white, clean and bright
You look happy to meet me

Blossom of snow may you bloom and grow
Bloom and grow forever

Edelweiss, Edelweiss
Bless my homeland forever



Ketika aku mengenangnya
saat berada diantaranya.
Bukit-bukit bermain bersama kabut lembut yang menembustulang rusuk.
Kabut yang menjadi penghangat,hanya untuknya...

Puncak Rinjani...
Kuntum Edelweis menjadi perhiasan dipuncak kecantikan
Yang hanya menjadi satu-satunya cinderamata abadi


Ajak aku kesana,suatu waktu kita berbahagia......



Jumat, 26 Desember 2008

DIAM (berkata dalam hati)



Marilah kita berjalan bersama,menyusuri jejak-jejak langkah yang pernah terlewati,oleh siapa saja yang pernah seperti kita diwaktu lampau. Siapakah mereka?Kita tak tau. Yang kita tau,kita melewati jalan ini karena pernah mengalami hal serupa namun tak sama yang dapat membuat kita terbang setingginya dan jatuh begitu menyakitkan.

Lihat kemari. Tanganku masih terbuka untuk siapa saja yang mau meraihku yang telah lebih dari seribu petang berada untuk selalu setia berbisik dan meneriakkan dedaunan yang bergelayutan manja tanpa makna.

Ayo sayang...marilah kita berteriak bersama sekeras-kerasnya.Apakah perlu kita memanjat gedung tertinggi di kota ini dahulu agar suara keras kita hilang tertiup angin utara?


Atau lebih baik berteriak saja didepan gedung dengan tulisan besar agar menarik perhatian insan pengguna jalan?!?. Tertarik untuk membantu kami??!!?. Yah..tanyakan itu kepada siapapun yang datang menghampiri kita.

Bagaimana kita bikin janji dengar para wartawan atau bahasa aslinya '"si biang gosip yang mau tau urusan orang lain itu loh!!!".Aku artis dan kamu aktor, didalam cerita film kita berdua. Jadi tentu saja,acara jumpa pers tersebut akan membludak panjang melebihi antrian minyak tanah yang sedang membooming itu. Yah tidak jauh beda panjangnya seperti jalanan macet kala libur panjang dan hari besar tiba.

Wah hidup kita begitu menyenangkan yah sayang. Nanti bila telah berakhir keramaian itu,baru kita pergi ke tempat yang menyejukkan. "Aku ingin mencoba terbang sayang. Terbang dengan alat berbentuk sayap besar. Tentu saja bersama mu sayangku! Pasti seruuuu sekali. Kita belum pernah mencobanya loh!"

"Apalagi yah??Hmm...oh iya,pokonya aku akan membuat keinginanku pada selembar kertas buram ini dan akan menyimpannya pada kotak merahku dan saatku terlelap kau harus baca ya sayang. Tetapi ingat! Kamu juga harus menulis keinginanmu dan letakkan seperti biasa didalam kotak birumu, nanti tengah malan tiba waktu selanjutnya, aku masih terjaga karena akan membacanya.

Menarik kan sayang?. Kita masih akan berpetualang sayang! "Ayo teriakan itu! KITA MASIH AKAN BERPETUALANG...!BERSAMA..!!!!




Selasa, 23 Desember 2008

airmata di seribu empat ratus enam puluh hari


Dua malam lalu aku tak memimpikannya
untuk melewati hari yang begitu indah dan kuharapkan seperti perayaan sebelumnya
aku membuat tidurku nyenyak
tak usah kubayangkan warna yang menempel di tubuhku

aku menghargai hari dimana ada seuntai janji mengisi hidupku
saat kata-kata itu terjadi bagai ditelan bumi keromansaan kita berdua
walau hanya terkenang beberapa jam saja
dimanapun itu asal bersama pangeran

tapi termentahkan saja itu semua
tak ada sedikitpun keindahan
menjajal kemesraan lagi untuk puisi dihatiku yang lama tak kau torehkan
yang kurindu lebih dari seribu senja

kau datang ketika peluh menerpa berurai airmata
dan pergi penuh simpulan didepan mata terpampang godaan tawa lelaki
duduk dengan beku tanpa henti berkata
menembus batas rengkuh cita-cita yang dikata maju

adakah aku?
cintamu hanya tak sebesar ku merasa
sungguh ku ada didalam hati ketika hal itu menyapa
membuatku terguncang jauh kebahagiaan makna

terima kasih untuk yang terindah di hari ini............


.............................................


Wah rasanya pegal sekali merasakan tubuh ini. dilanda sakit pada bagian perut yang memang harus setiap wanita rasakan. belum lagi melewati hari-hari dengan keadaan yang terkadang diatas dan dibawah. Harus mengorbankan segala keingin hatiku sendiri untuk melihat senyuman dari orang lain. bahkan tidak mendapatkan senyuman atau ucapan terima kasih.


Lagi-lagi aku harus menutup mulutku rapat-rapat. Menyimpan semua dihati, padahal aku ingin menangis dan berteriak. dikatakan harus lebih bisa menguatkan apa yang ku mau, melawan siapa saja yang semena-mena mencuri dan menarik hak'ku.


Sepuluh Desember, hari HAM sedunia..hari yang menyimpan banyak rahasia didalamnya. Pohon melambai, embun menyapa, hujan badai menggantar sampai racun yang merusak menjadi saksi bisu keadaan. tapi di hari HAM itu, aku tidak mendapatkan HAK'ku!

Ingin kau pergi dan menepati janjiku yang sangat aku hargai. menanti dan menghitung setiap detik yang telah aku dustai. aku harus berjalan cukup jauh dengan kecepatan tinggi untuk membuat janji yang indah itu semakin dekat. Warna merah muda sudah menjadikan tato di jari-jari kakiku yang mungil akibat sepatu macan sialan itu!



Ketika tiba dijanji itu, terusak begitu saja oleh kata. Kata yang dalam seribu empat ratus enam puluh hari ini selalu ada. yang membuat hatiku hancur lebur dirundung masalah, yang dapat membuatku begitu bahagia penuh cinta.

Kemana Hak'ku? Aku tidak mendapatkan hak'ku. Hak'ku untuk dicintai selayaknya aku mencintai. Aku membuang teman-temanku selama ini. menggorbankan kebahagiaan masa mudaku.

Sama sekali tak tampak itu semua. Tak ada ucapan selamat malam, ucapan cinta yang dulu kau keluarkan susah payah hingga keringat darah itu yang menyertaimu. Penuh amarah datangmu ketika itu semua kupaparkan. Semua hari bersejarah tak pernah kau anggap bersejarah. Haruskah aku yang terus berdiri tanpa boleh sedikitpun mengeluarkan airmata?.

Aku yang seharusnya menangis dan mengeluh. Aku yang seharusnya terlindungi dan dijaga. Karena aku istri, kau suami yang harus kuat menjagaku dan anak-anak lengkap dengan badai terpaan semungil manis hingga besar menggerikan.



Kau yang susah payah membuat puisi, menyanyikannya didepanku, memanggil sahabat-sahabatku untuk hari bahagiaku. Tetapi kau menjauh dan menyesali tak bisa berada diantara pria-priamu itu. Harus tak ada diantara mereka karena aku yang memaksa, bukan kau yang ingin membuatku bahagia.



Kau menyuruhku berkata kejujuran pada ibunda. Sedangkan kau selalu menangis dipangkuan Ibundamu ketika kau bersedih. Kau menyuruhku berlari pada ibundamu dan menangis ungkapkan torehan hati. Sedangkan ibundaku menangis sakit dihadapanku akibat kekhianatanku itu! Kau tidak merasakannnya!!! Akupun ingin menangis dihadapan Ibundaku dan mengharap pelukan dan sentuhan pada dahiku yang menyerupainya.



Aku membenci hari bersejarah yang seharusnya mengundang senyum. Aku tak mau bertemu dengannya, Dengan hari-hari itu yang hanya membuat tahunku menjadi buruk!



Puisi Kita

Warna yang selalu kita berikan untuk bersama

Saat senyum ini aku bergulum lembut

Atau teriakan emosi terlontar

Aku dan kamu menapaki jalan-jalan kecil

Jalan setapak diatas lembah berlahar

Akupun tergelincir dan langsung mengenggam jemarimu

Kau menatapku penuh arti ‘Bahwa kita akan melewati penantian’

Sudikah malaikat-malaikat kecil itu berlarian kepelukan kita

Dapat kukecup merah pipinya yang membulat

Dapat kau dekap tubuh ringanya yang sewangi surga

Mereka merindukan kita

Itu yang terjadi saat kita memejamkan mata

Saat terjaga dengan kenyataanpun kita termenung

Angan-angan kedamaian berbisik tanpa henti

Dalam impian kita bersama




Senin, 22 Desember 2008

Dicintai


Kalo kita harus menuntut kebahagian atas nama cinta, akankah keegoisan yang datang menghampiri. Berharap sayap-sayap itu dapat merekat sendiri dengan kuatnya,perlukah aku memohon untuk dilemparkan "lem" terkuat di jagad raya dan bimasakti untuk dapat menggunakannya?

Mencinta itu bagaikan terperosok ke dalan alam berbeda,berbeda ketika ketika membuka mata dengan normal melewati hidup tanpa ada gelap menyelimuti cahaya yang masuk.

Berbedakah dengan dicinta?ada yang memata-matainya setiap saat dengan begitu menyenangkan. Angin yang menusuk ditubuhpun tak bisa datang lagi ketika ia membelikan penutup dan penghangat. Ia dapat merubah yang hitam menjadi putih dan sehalus bulu-bulu yang berterbangan dari tubuh-tubuh merpati itu yang setianya berdua kemanapun melewati angkasa.

Aku ingin dicintai,sungguh dicintai.Dengan lembut tanpa duka dan luka yang merongrongku setiap waktunya. Setiap detiknya dapat menjadi kenangan yang selalu terlengkapi dengan senyuman, tanpa perlu sejenak terpejam dan berpikir ketika waktu jeda menghampiri sejenak saja.

Tak perlu aku berada di dalam gua untuk menyendiri yang lagi-lagi tak kuat sendiri tanpa pijakan. Menemukan jawabanpun tidak ketika jiwa ini benar-benar menjadi orang ketiga tetapi tak dapat hidup sendiri dan meraihnya dengan kekuatan mimpi yang masih saja tertidur pulas disuatu singgasana dimana kuncinya masih terus mencari belahan jiwanya.


Janji berbisik akan menjadi sayap-sayap yang tak akan pernah patah dimakan detikan waktu yang terus bergulir dengan nyata. Aku ingin berjalan berdampingan tanpa lelah dengan senyuman,tanpa siapapun juga yang ikut menyerta,hanya aku dan kamu!


Jangan pernah terbang tinggi ,,,,akan sakit sekali bila terjatuh. Tetapi bila tidak terbang tinggi,tidak akan pernah melihat dan menikmati pemandangan yang begitu indah!

Minggu, 21 Desember 2008

Peninggalan




Selamat Pagi Nyonya,
Semalam memang bergulir begitu cepat
Apakah memang anda tidak dapat terlelap atas kepiluan yang terjadi?
Tuan meninggalkan pilu dan asa
Tanpa sejarah cerita indah yang terkenang dikalbumu


Jangan marah Nyonya,
Aku tidak bermaksud menyentuh kegundahan pertanyaan hatimu
Ketika Tuan hanya memberimu hadiah airmata
Yang kau bungkus sendiri dan hanya kau taruh di balik bantalmu




Bertanyalah Nyonya,
Pada diri sendiri yang memulai itu semua
Kau menganggunya ketika Tawanya terukir disetiap ria
Kau mempertanyakan kepada sahabat-sahabatnya
Untuk dapat memperlihatkan dirimu yang mulai sakit


Pandanglah Nyonya
Buah hatimu tertidur dengan lelah tanpa tangisan
Ia sudah lelah menyaksikannya
Kekejaman Nyonya yang mengharap Tuan
Memasuki duniamu tanpa hati tanpa cinta


Maakan aku Nyonya,
Aku tersenyum memang atas nama kehidupanku
Yang membahagiakan tanpa perlu menguntit
Selayaknya engkau diwaktu lampau
Suatu sejarah dan Peninggalan Tuan
Yang tidak akan ditelan waktu koleksi kepiluanmu


Jagalah dirimu baik-baik Nyonya,
Aku tidak bisa selamanya bergaris pada takdirmu
Yang akan semakin membuatmu jatuh
Saat buah hatimu kau lemparkan ke aku
Kita masih bersahabat Nyonya,
Tunjukan kedamaian dan senyuman tulusmu
Untuk menuju tangga baruku